CEPHALOPELVIC DISPROPORTION ADALAH PDF

Present within each of these studies were nulliparous women with risk factors for cephalopelvic disproportion. Risk factors for cephalopelvic. are dysfunctional labor, failure to progress (lack of progressive cervical dilatation or lack of descent), and cephalopelvic disproportion (CPD). Looking for online definition of Fetopelvic Disproportion in the Medical Dictionary ? Related to Fetopelvic Disproportion: Cephalopelvic disproportion.

Author: Kagagrel Malataur
Country: Guatemala
Language: English (Spanish)
Genre: Finance
Published (Last): 19 April 2007
Pages: 12
PDF File Size: 7.49 Mb
ePub File Size: 9.81 Mb
ISBN: 411-4-29062-593-6
Downloads: 46316
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Mikakus

Published on Jul View 1. Persentase tertinggi adalah dari Negara United States. Distosia sendiri berarti persalinan disprkportion sulir dan ditandai dengan proses yang lambat dan abnormal dari persalinan.

Secara umum persalinan yang abnormal tersebut disebabkan oleh diproporsi antara bagian terendah fetus dengan jalan lahir. Definisi CPD sendiri berbeda dengan dengan distosia. Istilah distosia dipakai untuk menggambarkan persalinan yang sulit dan lama serta abnormal. Salah satu penyebab distosia sendiri adalah CPD, yaitu Cephalopelvic Disproportion yang dapat didefinisikan sebagai ketidakcocokan antara ukuran atau bentuk dari panggul ibu dengan ukuran atau bentuk bagian terendah dari janin sehingga bayi tidak dapat keluar melalui vagina.

Cephalopelvic Disproportion (CPD): Causes and Diagnosis

Etiologi 2 Penyebab dari Cephalopelvic Disproportion sendiri antara lain oleh karena: Kapasitas panggul yang kecil atau ukuran panggul yang sempit Ukuran janin yang terlalu besar atau yang paling sering menyebabkan CPD Kedua hal di atas yang terjadi pada saat yang bersamaanD. Patofisiologi Patofisiologi terjadinya penyakit ini berhubungan erat dengan penyebab CPD itu sendiri.

Yaitu kapasitas panggul atau ukuran panggul yang sempit dan ukuran janin yang terlalu besar. Kekuatan-kekuatan yang ada pada ibu.

Fetopelvic Disproportion

Jalan lahir dibagi atas: Bagian tulang yang terdiri dari tulang panggul dan persendiannya artikulasio 2. Bagian lunak yang terdiri dari otot-otot, jaringan-jaringan dan ligamen-ligamen. Tulang-tulang panggul terdiri dari: Os cocsae, yang terdiri dari: Cephalopelfic ilium Os iscium Os pubis2. Os cocsigeusGambar 1 Anatomi Tulang Panggul Kapasitas Panggul 1,2 Setiap penyempitan pada diameter panggul dapat menyebabkan distosia pada saat persalinan.

Mungkin terdapat penyempitan pintu atas panggul, pintu tengah panggul, atau pintu bawah panggul. Kesemuanya yang tersebut diatas merupakan ukuran panggul dalam. Pintu Atas Panggul 2,5 Pintu atas panggul dibentuk oleh promontorium corpus vertebra sacrum 1, linea innominata, serta pinggir atas simfisis.

Konjugata diagonalis adalah jarak dari pinggir bawah simfisis ke promontorium, Secara klinis, konjugata diagonalis dapat diukur dengan memasukkan jari telunjuk dan jari adalxh yang dirapatkan menyusur naik ke disproporfion permukaan anterior sacrum, promontorium teraba sebagai penonjolan tulang.

Cephalopelvic disproportion

Dengan disprkportion tetap menempel pada promontorium, tangan di vagina diangkat sampai menyentuh arcus pubis dan ditandai dengan jari telunjuk tangan kiri. Jarak antara ujung jari pada promontorium sampai titik yang ditandai oleh jari telunjuk merupakan panjang konjugata diagonalis.

Konjugata vera yaitu jarak dari pinggir atas simfisis ke promontorium yang dihitung dengan mengurangi konjugata diagonalis 1,5 cm, panjangnya lebih kurang 11 cm. Konjugata obstetrika merupakan konjugata yang paling penting yaitu jarak cephallpelvic bagian tengah dalam simfisis dengan promontorium, Selisih antara konjugata vera dengan konjugata obstetrika sedikit sekali.

Cephlaopelvic diagonalis adalah 12,5 cm. Pengukuran klinis panggul tengah tidak dapat diperoleh secara visproportion. Terdapat penyempitan setinggi spina isciadika, sehingga bermakna penting pada distosia setelah kepala engagement. Jarak antara kedua spina ini yang biasa disebut distansia interspinarum merupakan jarak panggul terkecil yaitu sebesar 10,5 cm. Diameter anteroposterior setinggi spina isciadica berukuran 11,5 cm.

Diameter sagital posterior, jarak antara sacrum dengan garis diameter interspinarum berukuran 4,5 cm. Pintu Bawah Panggul 2,5 Pintu bawah panggul bukanlah suatu bidang datar namun terdiri dari dua segitiga dengan dasar yang sama yaitu garis yang menghubungkan tuber isciadikum kiri dan kanan. Pintu bawah panggul yang dapat diperoleh melalui pengukuran klinis adalah jarak antara kedua tuberositas iscii atau eisproportion tuberum 10,5 cmjarak dari ujung sacrum ke tengahtengah distensia tuberum atau diameter sagitalis posterior 7,5 cmdan jarak antara pinggir bawah simpisis ke ujung sacrum 11,5 cm.

  HM3700 REBATE PDF

Panggul Sempit Pintu Atas Panggul 1,2,5 Pintu masuk panggul dianggap menyempit apabila diameter anteroposterior terpendeknya kurang dari 10 cm atau apabila diameter transversal terbesarnya kurang dari cm.

Penyempitan pintu atas panggul biasanya didefinisikan sebagai konjugata diagonal kurang dari 11,5 cm. Wanita bertubuh kecil kemungkinan besar memiliki panggul yang kecil dan sempit, tetapi ia cephalopelviv kemungkinan besar memiliki bayi yang kecil. Pada persalinan normal, selaput cephaloelvic membantu untuk membuka serviks, atau setelah pecah, kepala janin menjadi bersentuhan langsung dengan serviks.

Pada CPD, kepala bayi tidak dapat turun ke bawah dan menyentuh serviks, sehingga pada akhirnya terjadi kontraksi uterus yang tidak efektif. Maka dari itu, pembukaan serviks berlangsung sangat lama. Pada penyempitan pintu atas panggul ini sering menyebabkan kepala tidak dapat turun ke dalam pintu atas panggul.

Pada penyempitan pintu atas panggul ini sering menyebabkan kelainan presentasi karena kepala janin masih mengapung bebas di atas pintu celhalopelvic atas cephalopflvic. Pada wanita yang panggulnya sempit, presentasi wajah dan bahu dijumpai tiga kali lebih sering dan prolaps tali pusat terjadi empat sampai enam kali lebih sering.

Penyempitan Pintu Disproportin Panggul 1,2,5 Penyempitan pintu tengah panggul ini sering menyebabkan terhentinya kepala janin pada bidang transversal yang dapat menyebabkan perlunya tindakan forceps tengah yang sulit atau seksio sesaria.

Ruang panggul ini memiliki ukuran yang paling luas. Penyempitan Pintu Bawah Panggul 1,2,5 Pintu bawah panggul bukan suatu bidang datar melainkan dua segitiga dengan diameter intertuberosum sebagai dasar keduanya.

Penyempitan pintu bawah panggul terjadi bila diameter distantia intertuberosum berjarak 8 cm atau kurang. Penyempitan pintu bawah panggul biasanya disertai oleh penyempitan pintu tengah panggul.

Hal ini berperan penting dalam menimbulkan robekan perineum.

Hal ini disebabkan arkus pubis yang sempit, kurang dari 90 derajat sehingga oksiput tidak dapat keluar tepat di bawah simfisis pubis, melainkan menuju ramus iskiopubik sehingga perineum teregang dan mudah terjadi robekan. Janin yang besar 1,2,5 Normal berat neonatus pada umumnya gram dan jarang ada yang melebihi gram.

Berat badan neonatus lebih dari gram dinamakan bayi besar. Biasanya untuk berat janin gram pada panggul normal tidak terdapat kesulitan dalam proses melahirkan.

Faktor keturunan memegang peranan dispdoportion sehingga dapat terjadi bayi besar. Janin besar biasanya juga dapat dijumpai pada ibu yang mengalami diabetes mellitus, postmaturitas, dan pada grande multipara.

Selain itu, yang dapat menyebabkan bayi besar adalah ibu hamil yang makan banyak, hal tersebut masih diragukan. Untuk menentukan besarnya janin secara klinis bukanlah merupakan suatu hal yang mudah. Kadang-kadang bayi besar baru dapat kita ketahui apabila selama proses melahirkan tidak terdapat kemajuan sama sekali pada proses persalinan normal dan biasanya disertai oleh keadaan his yang tidak kuat. Untuk kasus seperti ini sangat dibutuhkan pemeriksaan yang teliti untuk mengetahui apakah terjadi sefalopelvik disproporsi.

Selain cephalolelvic, penggunaan alat ultrasonic juga dapat mengukur secara teliti apabila terdapat bayi dengan tubuh besar dan kepala besar. Pada panggul normal, biasanya tidak menimbulkan terjadinya kesulitan dalam proses melahirkan janin yang beratnya kurang dari gram. Kesulitan dalam persalinan biasanya terjadi karena kepala janin besar atau kepala keras yang biasanya terjadi pada postmaturitas tidak dapat memasuki pintu atas panggul, atau karena bahu yang lebar sulit melalui rongga panggul.

  KOBELCO RK500 PDF

Bahu yang lebar selain dapat ditemukan pada janin yang memiliki berat badan lebih juga dapat dijumpai pada anensefalus. Janin dapat meninggal selama proses persalinan dapat terjadi karena terjadinya asfiksia dikarenakan selama proses kelahiran kepala anak sudah lahir, akan tetapi karena lebarnya bahu cephalopelivc terjadinya macet dalam melahirkan bagian janin yang lain.

Sedangkan penarikan kepala janin yang terlalu kuat ke bawah dapat mengakibatkan terjadinya cedera pada nervus brakhialis dan muskulussternokleidomastoideus. Besar dan posisi kepala janin akan sangat menentukan dan mempengaruhi jalannya persalinan. Trauma pada kepala bayi selama persalinan dapat mempengaruhi kehidupannya: Kepala secara garis besar dapat dibagi menjadi tulang-tulang tengkorak kraniumtulang-tulang dasar tengkorak basis kranii dan tulangtulang muka.

Tulang tengkorak kranium bayi paling menentukan keberhasilan proses persalinan pervaginam, karena daerahnya relatif paling luas dan mengalami kontak langsung dengan jalan lahir. Ukuran-ukuran diameter kepala bayi yang menentukan di antaranya: Persalinan disproporrion lama dari biasa16Janin belum masuk PAP pada usia kehamilan 36 minggu primipara38 mg multipara F. Misalnya pada tuberculosis vertebra, poliomyelitis, kifosis. Pada wanita dengan tinggi badan yang kurang dari normal ada kemungkinan memiliki kapasitas panggul sempit, namun bukan berarti seorang wanita dengan tinggi badan yang normal tidak dapat memiliki panggul sempit.

Dari anamnesa persalinan terdahulu juga dapat diperkirakan kapasitas panggul. Apabila pada persalinan terdahulu berjalan lancar dengan bayi berat badan normal, kemungkinan panggul sempit adalah kecil. Pengukuran panggul pelvimetri merupakan salah satu cara untuk memperoleh keterangan tentang keadaan panggul.

Melalui pelvimetri dalama dengan tangan dapat diperoleh ukuran kasar pintu atas dan tengah panggul serta memberi gambaran jelas pintu bawah panggul. Adapun pelvimetri luar tidak memiliki banyak arti. Pelvimetri radiologis dapat memberi gambaran yang jelas dan mempunyai tingkat ketelitian yang tidak dapat dicapai secara klinis.

Pemeriksaan ini dapat memberikan pengukuran yang tepat dua diameter penting yang tidak mungkin didapatkan dengan pemeriksaan klinis yaitu diameter transversal pintu atas dan diameter antar spina iskhiadika. Tetapi pemeriksaan ini memiliki bahaya pajanan radiasi terutama bagi janin sehingga jarang dilakukan. Pelvimetri dengan CT scan dapat mengurangi pajanan radiasi, tingkat keakuratan lebih baik dibandingkan cepphalopelvic, lebih mudah, namun biayanya mahal.

Selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan dengan MRI dengan keuntungan antara lain cephalopelvid ada radiasi, pengukuran panggul akurat, pencitraan janin yang lengkap.

Pemeriksaan ini jarang dilakukan karena biaya yang mahal. Dari pelvimetri dengan pencitraan dapat ditentukan jenis panggul, ukuran pangul yang sebenarnya, luas bidang panggul, kapasitas panggul, serta daya akomodasi yaitu volume dari bayi yang terbesar yang masih dapat dilahirkan spontan. Pada kehamilan yang aterm dengan presentasi kepala dapat dilakukan pemeriksaan dengan metode Osborn dan metode Muller Munro Kerr.

Pada metode Osborn, satu tangan menekan kepala janin dari atas kearah rongga panggul dan tangan yang lain diletakkan pada kepala untuk menentukan apakah kepala menonjol di atas simfisis atau tidak.

Adanya penyakit tulang dan sendi Bentuk badan tidak normal kyphosis, scoliosis Wanita pendek TB Recommended. Introduction What is CPD? Update on CPD April CPD – Traslado de cpd seguridad y fiabilidad Technology. Building CPD Module Abhi Satya Why is CPD important? CPD Forms-2 – pao.